Tangerang, Banten , Tevri-tv.com, – Kekayaan kuliner Indonesia kembali mendapat panggung melalui Nusantara Culinary Challenge, sebuah kompetisi memasak yang mempertemukan pelaku industri katering, hotel, UMKM, serta siswa dan mahasiswa sekolah kuliner. Ajang yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, ini bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan ragam masakan Nusantara agar semakin dikenal, terutama oleh generasi muda.
Ketua Asosiasi Culinary Profesional Indonesia (ACPI), Rafael Triloko Basanto, mengatakan kompetisi ini merupakan penyelenggaraan perdana yang mengangkat konsep penyajian hidangan Nusantara dalam format buffet sebagaimana diterapkan di industri katering.
“Peserta ditantang menyajikan menu-menu khas Indonesia yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai jual dan dapat diterima pasar. Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner Nusantara memiliki potensi besar untuk dikembangkan di industri katering maupun restoran,” ujar Rafael.
Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, industri hotel, perusahaan katering, hingga institusi pendidikan kuliner seperti Tristar Institute, Universitas Trisakti, Sahid Culinary, dan sejumlah SMK.
Menurut Rafael, Indonesia memiliki ribuan jenis makanan tradisional yang belum banyak dikenal masyarakat. Karena itu, peserta didorong untuk mengangkat berbagai menu daerah yang memiliki cita rasa autentik sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi sajian yang lebih modern tanpa menghilangkan identitasnya.
Ia menilai generasi muda saat ini lebih akrab dengan makanan yang sedang tren, sementara banyak kuliner tradisional mulai jarang dijumpai di restoran maupun pusat kuliner. Melalui kompetisi ini, ACPI berharap lahir inovasi yang mampu mengangkat kembali popularitas masakan Nusantara.
Selain menampilkan kreativitas peserta, lomba juga menjadi sarana edukasi mengenai standar industri kuliner, termasuk teknik memasak yang baik, kebersihan, pengelolaan limbah, serta penerapan food safety atau keamanan pangan.
“Keamanan pangan tidak bisa ditawar. Dalam industri katering, makanan harus memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan keamanan agar aman dikonsumsi masyarakat,” tegas Rafael.
Melalui Nusantara Culinary Challenge, ACPI berharap semakin banyak pelaku usaha kuliner yang berani menghadirkan restoran dengan menu Nusantara yang lebih beragam. Dengan demikian, kuliner Indonesia tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di industri kuliner nasional maupun internasional.
“Makanan bukan sekadar untuk mengenyangkan perut, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya bangsa. Karena itu, kita harus terus memperkenalkan, melestarikan, dan membanggakan kuliner Indonesia kepada generasi penerus,” pungkasnya.
Lomba Masakan Nusantara Jadi Ajang Promosi Kuliner Indonesia untuk Generasi Muda












