Yogyakarta , Tevri-tv.com, – Barisan Shirathal Mustaqim Central Kota (BSM CK) Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang dikenal memiliki kedekatan historis dan ideologis dengan PDI Perjuangan, BSM CK menilai peran oposisi tidak boleh dimaknai sebagai sikap menolak seluruh kebijakan pemerintah.
Ketua Umum BSM CK Yogyakarta, Jimmy Asmoro, menegaskan bahwa organisasinya akan terus bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Namun di sisi lain, BSM CK juga memberikan apresiasi dan dukungan terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami tetap menjalankan fungsi kontrol sebagai bagian dari tanggung jawab moral organisasi. Jika ada kebijakan yang kami nilai tidak sejalan dengan kepentingan rakyat, tentu akan kami kritisi secara terbuka dan konstruktif. Namun apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat, sudah sepatutnya kami memberikan dukungan,” ujar Jimmy Asmoro dalam keterangannya.
Organisasi kemasyarakatan yang berdiri sejak 23 Januari 2016 ini bergerak di bidang pendidikan politik, konsolidasi organisasi, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Hingga saat ini, BSM CK memiliki sekitar 4.000 anggota dan simpatisan yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah.
Selama ini BSM CK juga aktif menggelar berbagai kegiatan kebangsaan, deklarasi pemilu damai, serta aktivitas sosial yang bertujuan memperkuat persatuan masyarakat dan menjaga stabilitas daerah.
Dalam menjalankan fungsi kontrolnya, BSM CK mengaku tidak segan menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai masih perlu dievaluasi dalam implementasinya, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurut BSM CK, kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Meski demikian, BSM CK menegaskan bahwa kritik tidak boleh dimaknai sebagai upaya melemahkan pemerintah. Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai kepentingan rakyat.
Selain menjalankan fungsi kontrol, BSM CK Yogyakarta juga menyatakan kesiapannya untuk terus menjaga keamanan dan kondusivitas masyarakat, khususnya di kawasan-kawasan strategis dan ikon Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer, Keraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, hingga destinasi wisata lainnya yang menjadi wajah Kota Yogyakarta.
“Kondusivitas Yogyakarta adalah tanggung jawab bersama. Perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan kegaduhan ataupun mengganggu keamanan daerah. Kami siap bersinergi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga Yogyakarta tetap aman, nyaman, dan harmonis,” tegas Jimmy.
BSM CK Yogyakarta berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus mengedepankan persatuan, dialog, dan semangat gotong royong dalam menyikapi berbagai dinamika politik nasional. Organisasi ini menegaskan bahwa oposisi yang bertanggung jawab adalah oposisi yang tetap kritis, objektif, serta mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.













