Jakarta-tevri-tv.com
Setelah menggelar rangkaian Gala Premiere
di Jakarta dan Sukabumi, ( 4/8), film drama komedi persembahan Visinema
Studios, Panggil Aku Ayah kembali menyentuh hati dalam acara Gala Family & Friends yang
berlangsung penuh kehangatan.
Acara Ini mempertemukan para pemain, kru, dan keluarga mereka dalam
sebuah malam untuk merayakan film dan juga merayakan arti keluarga itu sendiri. Tangis
haru, tawa lepas, dan pelukan hangat mengisi ruang studio malam itu. Banyak yang
menyebut film ini sebagai pelukan yang mengingatkan kita akan kekuatan cinta dari
orang-orang yang mungkin tak kita sangka bisa menjadi keluarga.
Gala Family & Friends ini menjadi istimewa karena film Panggil Aku
Ayah, merupakan proyek yang sangat personal bagi produser sekaligus Chief
Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma. Film ini menjadi bagian dari
proses refleksi Anggia atas kehilangan ayahnya di awal tahun, dan dalam proses
kreatifnya, menjadi ruang penyembuhan sekaligus ungkapan cinta.
“Proses pembuatan film ini begitu personal dan emosional. Di balik tiap adegan, ada
ruang refleksi tentang kehilangan, tentang cinta yang kadang terasa tak cukup, dan
tentang memaafkan diri sendiri. Rasanya seperti memeluk duka dan luka
yang belum sempat kita kenali,” kata Chief of Content Officer Visinema Studios
dan produser Panggil Aku Ayah Anggia Kharisma.
Melalui film Panggil Aku Ayah, Visinema Studios ingin mengajak keluarga
Indonesia merasakan hangatnya cinta tanpa syarat yang datang dari tempat yang
tak terduga, tentang seseorang yang tidak sedarah, namun mampu mencintai dan
dicintai dengan layak seperti keluarga dan buah hatinya sendiri.
Banyak di antara penonton yang hadir bersama keluarga mengungkapkan kesan
hangat setelah menonton Panggil Aku Ayah.
Termasuk di antaranya
produser Shanty Harmayn, aktor Al Ghazali, dan mindfulness practitioner
Adjie Santosoputro.
Filmnya sangat hangat. Performance-nya menggemaskan hati. Ini benar-benar film
keluarga yang sangat hangat sekali. Patut banget ditonton. Sangat suka sekali sama
cast-nya, terutama Eca (Myesha Lin) sebagai Pacil. Perfect performance dari
semuanya,” kesan produser Shanty Harmayn.
“Aku suka banget filmnya. Menyentuh. Semua effortless. Ceritanya sangat
menyentuh banget apalagi aku sangat suka cerita tentang Ayah dan
Anak. Ini mengingatkan kita untuk bisa selalu menyayangi keluarga kita,” kata Al Ghazali.
“Hangat sekali.
Menghangatkan hati dan bikin mata saya berkeringat.
Terharu banget. Makna yang bisa diambil dari film ini yaitu menjadi orangtua itu enggak
mudah. Enggak ada orangtua yang sempurna, begitupun menjadi anak. Dan
ternyata yang disebut dengan keluarga itu belum tentu adalah keluarga dari darah,
bisa jadi orang sekitar kita yang punya rasa cinta begitu besar dan welas asih, itu
adalah keluarga kita. Baik keluarga maupun bukan keluarga, kita butuh jaga mereka sebaik
mungkin,” ungkap Adjie Santosoputro.
Dari Proyek Pribadi Menjadi Pelukan Banyak
Hati Disutradarai oleh Benni Setiawan, dan dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman,
Boris Bokir, Myesha Lin, Tissa Biani, dan Sita Nursanti, Panggil Aku Ayah
merupakan drama komedi keluarga yang menggugah—kisah tentang
kehangatan, keberadaan, dan cinta yang tumbuh perlahan.
Film ini juga menjadi bagian dari perjalanan kreatif produser Anggia Kharisma,
yang selama ini dikenal lewat karya-karya keluarga yang menyentuh, dari Cahaya dari
Timur, Keluarga Cemara, Nussa The Movie, serial edutainment Domikado,
hingga Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.
Beberapa bulan lalu, film JUMBO yang ia
produseri juga baru-baru ini mencetak sejarah sebagai film animasi terlaris di Asia
Tenggara dan film bioskop terlaris di Indonesia.
Kini, lewat film terbarunya Panggil Aku Ayah, Anggia kembali mengajak keluarga
Indonesia merasakan cerita yang hangat dan dekat di hati. Sebuah pengingat
bahwa keluarga bukan tentang siapa yang sedarah, tapi tentang siapa yang hadir
dan mencintai dengan sepenuh hati
“Di Visinema Studios, kami percaya bahwa film bukan hanya tentang hiburan, tetapi
tentang membuka ruang diskusi untuk merasakan, untuk berbicara, dan untuk
terhubung kembali dengan diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi,” tutup
Anggia.
Sambutan Positif di 25 Kota
di Indonesia Sementara itu, antusiasme penonton Indonesia yang sangat tinggi untuk film
Panggil Aku Ayah juga terlihat dari ludesnya tiket di 25 kota dalam rangkaian
“Nonton Duluan” film Panggil Aku Ayah yang berlangsung pada hari yang sama
dengan Gala Family Panggil Aku Ayah di berbagai jaringan bioskop XXI, CGV,
Cinepolis dan KCM. Kota-kotanya termasuk Jakarta, Bogor, Tangerang,
Cirebon, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Lampung, Denpasar, Makassar. Selain itu juga ada
Ambon, Pontianak, Bengkulu, Jambi, Tasikmalaya, Bandung, Depok, Padang,
Samarinda, Balikpapan, Medan, Malang, Semarang, Pekanbaru, dan Bekasi.
Untuk penayangan hari pertama pada 7 Agustus, film Panggil Aku Ayah juga
membuka pembelian tiket Buy One Get One di seluruh jaringan bioskop yang sudah
bisa di beli pada tanggal 4 Agustus 2025.
Pembelian tiket Buy One Get One Panggil
Aku Ayah untuk penayangan 7 Agustus dapat diakses melalui tautan berikut
bit.ly/nontonpaa.
Film Panggil Aku Ayah akan resmi tayang serentak di seluruh jaringan bioskop
Indonesia mulai 7 Agustus 2025.
Ajak keluarga, sahabat, dan orang terdekatmu
untuk merasakan sendiri hangatnya cerita film Panggil Aku Ayah. Film yang bukan
hanya menghibur, tapi juga menggugah dan menyembuhkan. Ikuti terus
kabar terbaru melalui Instagram @panggilakuayahfilm dan @visinemaid. (ine)













