TEVRI TV, Makassar – Usai Menjalani Puasa dan Pengobatan kepada Umat maupun masyarakat Umum di lokasi Vihara Istana Dewi Kwan Im selama sepekan dan pada puncaknya Cap Di Meh yang digelar 28 Februari 2026.









Suasana sakral dan penuh khidmat mewarnai perayaan Cap Go Meh yang digelar di Kota Makassar. Ritual Keagamaan tersebut semakin lengkap dengan kehadiran tujuh Tang Sin (medium spiritual) dan berikut nama Akrabnya.
1,Kiki 2,Tevri 3, Donny 4, Randy 5,Jufry 6,Riko 7,Sandy.

Menariknya Atraksi Debus dan Tari Kabasaran Dilakoni Tua-tua Adat Minahasa yang turut mengambil bagian dalam prosesi ritual.
Dalam prosesi tersebut, para Tang Sin menjalankan ritual spiritual yang diyakini sebagai bentuk pengabdian dan perantara komunikasi dengan para dewa, sekaligus memohon berkah, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.





Kehadiran para Tua-tua Adat Minahasa menambah nuansa kebersamaan lintas budaya dalam perayaan ini. Mereka turut memberikan doa serta dukungan moral sebagai simbol persaudaraan dan toleransi antar komunitas yang hidup berdampingan di Kota Makassar.

Rangkaian upacara sakral ini disaksikan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang yang antusias mengikuti jalannya prosesi hingga selesai. Selain menjadi bagian dari tradisi Tionghoa, perayaan Cap Di Meh juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kerukunan antar suku dan budaya di Indonesia.
Perayaan berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun, menjadikan momen ini sebagai simbol harmoni antara tradisi Tionghoa dan budaya Nusantara.
Tim Liputan Televisi Rakyat Indonesia melaporkan dari Kota Makasar Sulawesi Selatan.













