Viral Dugaan Korban Klitih di Treko Mungkid Magelang Ternyata Laka Tunggal

Magelang, Tevri-tv.com, 25/05/2026
Polresta Magelang – Polda Jateng | Viral di media sosial beredar kabar dugaan aksi klitih atau pembacokan di wilayah Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (24/5/2026) malam. Namun setelah dilakukan pendalaman , polisi memastikan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan kecelakaan tunggal dan bukan aksi pembacokan seperti yang ramai beredar dimedia sosial akhir-akhir ini.

Kapolsek Mungkid AKP Agus Prasetyo, S.Kom mengatakan, pihaknya langsung melakukan tindak lanjut usai menerima laporan melalui call center 110 terkait adanya korban pembacokan di depan rumah Bidan Susilowati, Dusun Treko V, Desa Treko, Kecamatan Mungkid.

banner 325x300

“Polsek Mungkid melalui call center 110 menerima adanya informasi peristiwa pembacokan di depan rumah Ibu Bidan Susilowati alamat Dusun Treko V Desa Treko Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang,” ujar AKP Agus Prasetyo.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung segera mendatangi tempat kejadian dan melakukan pengecekan kondisi korban di Rumah Sakit Merah Putih. Dari hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, diketahui bahwa korban mengalami luka akibat kecelakaan tunggal di wilayah Sawangan.

Korban diketahui berinisial AANM (18), warga Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Korban mengalami luka di bagian pelipis kanan dan kiri hingga harus mendapat jahitan serta luka lecet di bagian kaki kiri.

AKP Agus Prasetyo menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi berinisial FH (18), korban mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Jembatan Dusun Piyungan, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan.

“Korban terluka akibat laka tunggal jatuh di jembatan Dusun Piyungan Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan, selanjutnya korban dibawa ke bidan desa karena luka cukup serius,” pungkasnya.

Informasi dugaan klitih sempat viral menyebar luas setelah sopir ambulans desa membuat status WhatsApp terkait penanganan korban pembacokan. Namun status tersebut kemudian dihapus setelah diketahui fakta yang sebenarnya.

Sopir ambulans Desa Treko berinisial S mengaku sempat mendapat keterangan langsung dari korban bahwa dirinya menjadi korban pembacokan. Informasi itu kemudian ditulis dalam status WhatsApp sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat.

“Dalam hal ini yang bersangkutan sudah konfirmasi dan meminta maaf, sejak tadi malam berusaha melakukan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan karena klitih atau pembacokan tetapi dikarenakan laka tunggal,” terang Kapolsek.

Hasil penelusuran polisi juga mengungkap sebelum kejadian korban bersama rekannya sempat berkumpul di kawasan wisata Kali Udal Gumuk dan mengonsumsi minuman keras.

Saat perjalanan pulang menggunakan sepeda motor Kawasaki KLX bernomor polisi AA 5867 AJB, korban diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan saat melintas di jalan gelap dan menikung di wilayah Dusun Piyungan, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan.

“Korban tidak bisa mengendalikan kendaraan dan terjatuh dengan posisi kendaraan masuk ke irigasi dekat jembatan sungai,” ungkap AKP Agus Prasetyo.

Polsek Mungkid bersama anggota kemudian melakukan koordinasi, penelusuran lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Investigasi : tofan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *