Optimalkan Lahan Terbatas, Panti Putra Utama 3 Jadikan Urban Farming Program Unggulan

Jakarta Timur, Tevri-tv.com 8 Juni 2026 – Program urban farming atau pertanian perkotaan yang dikembangkan di lingkungan Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana terapi psikologis dan pembelajaran keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Program tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan terbatas di area panti yang berlokasi di Jalan Swadaya Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga dibudidayakan menggunakan metode sederhana seperti penanaman dalam polybag, vertikultur, hidroponik, serta pemanfaatan pekarangan yang tersedia.

banner 325x300

Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Ratu Dian Cherrawati, menjelaskan bahwa kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh penghuni panti, tetapi juga menjadi media edukasi yang memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam.

“Melalui kegiatan ini, para penghuni belajar mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga membangun rasa tanggung jawab serta kebersamaan,” ujar Ratu Dian, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan aktif para penghuni dalam kegiatan berkebun terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.

“Aktivitas berkebun juga membantu mengurangi tingkat stres sehingga menjadi salah satu bentuk terapi yang bermanfaat bagi para penghuni,” tambahnya.

Hasil panen yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lingkungan panti. Dengan demikian, program ini turut membantu menekan pengeluaran operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.

Ratu Dian menilai urban farming merupakan solusi efektif untuk mengoptimalkan lahan terbatas karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, program tersebut akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan penghuni panti.

“Program ini diharapkan dapat terus berkembang untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan penghuni, serta mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *