Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA, Tevri-tv.com, – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Berbagai kalangan menilai tren positif tersebut tidak terlepas dari langkah koordinasi intensif antara pemerintah, Bank Indonesia, DPR, pelaku industri keuangan, serta BUMN yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam sejumlah pemberitaan, Dasco menyebut penguatan rupiah dan IHSG menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap pemerintah mulai kembali menguat. Ia juga mengungkapkan adanya berbagai strategi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.

banner 325x300

Data pasar menunjukkan rupiah yang sebelumnya sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS mulai mengalami penguatan, sementara IHSG juga mencatat kenaikan signifikan setelah berbagai langkah stabilisasi dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Sejumlah ekonom menilai perbaikan sentimen tersebut didorong oleh sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang semakin solid.

Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo menilai membaiknya kondisi pasar keuangan merupakan buah dari komunikasi dan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan negara.

Menurut mantan Waketum DPP KNPI tersebut, inisiatif yang dilakukan Sufmi Dasco dalam mempertemukan berbagai stakeholder ekonomi patut diapresiasi.

“Penguatan rupiah dan kenaikan IHSG tidak terjadi begitu saja. Pasar membutuhkan kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari komunikasi, koordinasi, serta kepastian arah kebijakan. Kami melihat langkah yang diinisiasi Pak Sufmi Dasco dengan mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, sektor perbankan, Danantara, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya telah memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar,” ujar Anshar Ilo, Minggu (14/06).

Ia menuturkan, kepercayaan investor merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung. Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, DPR, Bank Indonesia, dan dunia usaha terus diperkuat.

“Pasar pada dasarnya merespons kepercayaan. Ketika pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas ekonomi, pelaku pasar akan merespons secara positif. Kita melihat rupiah mulai menguat dan IHSG kembali bergairah. Ini harus dijaga sebagai momentum untuk memperkuat optimisme nasional,” lanjut eks aktivis HMI ini.

Anshar juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat iklim investasi. Menurutnya, stabilitas ekonomi yang terjaga akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta meningkatnya daya saing Indonesia di tingkat global.

“Logis 08 berpandangan bahwa kolaborasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah, DPR, Bank Indonesia, serta pelaku usaha merupakan kunci menjaga kepercayaan pasar. Apa yang terjadi saat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Anshar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *