Magelang, Tevri-tv.com, 15/7/2026 ,Dinamikaadanya proyek jalan tol Jogja-Bawen memang menyita perhatian publik, terutama terkait uang ganti rugi (UGR).Masyarakat beranggapan dengan nilai lebih yang akan diterima,tetapi tidak semua warga mendapatkan nominal yang fantastis sesuai apa yang dalam pikiran mereka.
Pengalaman yang dirasakan oleh Dwi Styadi (43), warga Desa Sidogede, Magelang, yang hanya menerima UGR Rp 4,7 juta setelah lahan sawah seluas 6 meter persegi miliknya “terserempet” proyek strategis nasional tersebut.
Dwi menceritakan bahwa telah menunggu cukup sekian lama sejak sosialisasi awal. “Prosesnya terlalu lama. (Awal sosialisasi) Ya kira-kira awal 2020-an. Katanya tahun kemarin mau cair. Ternyata sampai sekarang baru cair,” ucapnya.
Besaran nominal yang telah diterimanya,Dwi menanggapi dengan santai dan bersyukur. “Itu cuma pojokan (sawah). Kepotong sedikit, cuma 6 meter. Sawah. (UGR) Rp 4,7 juta, buat beli beras (nanti). Cuma segitu beli beras,” keluhnya sambil tertawa.
Sementara itu, panitia pengadaan tanah dari BPN/ATR Kabupaten Magelang, Adi Cahyanto, menegaskan bahwa pembayaran UGR hari ini telah mencakup 65 bidang lahan di lima desa dengan total nilai mencapai Rp 46 miliar.
“Paling banyak itu Banyusari ada 31 bidang. Kemudian Sidogede ada 28, Grabag 2, Kalikuto 2, Kartoharjo 2. Total 65 bidang, dengan luasan 3,6 hektar,” jelas Adi. Pihaknya optimis pengadaan tanah di seksi 5 ini bisa segera dirampungkan tahun ini.Kini masyarakat telah menanti kepastian proses penyelesaian pembayaran, harapan mereka sesuai dengan angan-angan berharap pemerintah akan dengan segera memberikan hak mereka yang terdampak proyek jalan tol Bawen -Jogja.
Tofan.













