Hankam  

Dampingi Presiden di Istana, Menhan Sjafrie Soroti Kemajuan Program TNI untuk Kesejahteraan Rakyat

Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto menerima Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta para Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI dan para Kepala Staf menyampaikan laporan mengenai perkembangan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan TNI. Program-program tersebut dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

banner 325x300

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah listrik masuk Papua, khususnya di kawasan pegunungan. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menjangkau lebih dari 200 desa, sehingga semakin banyak masyarakat di wilayah terpencil yang dapat menikmati akses listrik.

Selain itu, TNI juga melaporkan perkembangan pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan desa-desa di berbagai daerah. Hingga Juni 2026, pembangunan jembatan tersebut telah mendekati 2.000 titik, memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Di sektor penyediaan air bersih, TNI terus melaksanakan program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami keterbatasan akses air. Sampai pertengahan tahun ini, pembangunan infrastruktur air bersih tersebut telah mendekati 2.000 titik dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga.

Berbagai program yang dijalankan TNI tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional yang merata. Selain memperkuat infrastruktur dasar, program-program tersebut juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *