SAMPANG, Tevri-tv.com, – Sejumlah pemuda di Kabupaten Sampang resmi membentuk organisasi kepemudaan ABAIDI Foundation yang akan berfokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi tersebut lahir sebagai bentuk inspirasi dari kepemimpinan dan kepedulian sosial Bupati Sampang, Slamet Junaidi, yang dinilai berhasil membangun daerah serta aktif membantu masyarakat.
Pembina ABAIDI Foundation, Prasetyo Lukman Hakim, bersama Ketua ABAIDI Foundation, Zamzami, menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan menjadi mitra masyarakat dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Organisasi ini terbentuk karena kami terinspirasi dari keberhasilan dan kedermawanan Aba Idi dalam memimpin Sampang. Kami ingin meneladani semangat tersebut melalui kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prasetyo.
Menurutnya, ABAIDI Foundation akan bergerak di berbagai sektor, mulai dari sosial, pendidikan hingga kesehatan. Di bidang pendidikan, organisasi akan berupaya membantu anak-anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, baik melalui bantuan langsung maupun dengan menjembatani kebutuhan mereka kepada pihak terkait.
Sementara di bidang kesehatan, ABAIDI Foundation akan membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami kendala administrasi atau kesulitan mengakses layanan kesehatan agar memperoleh penanganan lebih cepat.
Ketua ABAIDI Foundation, Zamzami, mengatakan organisasi tersebut juga akan menjadi wadah bagi para pemuda, mahasiswa, dan putra daerah asal Sampang untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
“Permasalahan masyarakat sangat kompleks dan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Karena itu, kami sebagai masyarakat juga memiliki kewajiban untuk ikut berkontribusi membantu menyelesaikan persoalan yang ada,” katanya.
Dalam waktu dekat, ABAIDI Foundation telah menyiapkan sejumlah program awal, di antaranya pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu serta penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak musim kemarau dan kekeringan.
Meski saat ini fokus pembentukan organisasi masih berada di Kabupaten Sampang, pihaknya tidak menutup kemungkinan ABAIDI Foundation akan berkembang ke kabupaten lain di Madura apabila program yang dijalankan mendapat dukungan masyarakat.
“Kami memulai dari Sampang karena di sinilah inspirasi itu lahir. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan ABAIDI Foundation hadir di kabupaten lain di Madura untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” tutup Zamzami.
Hasim













