BANDUNG UTARA, Tevri-tv.com, – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, terus berupaya mengoptimalkan produksi getah pinus yang menjadi salah satu hasil hutan andalan Perhutani. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan dan pembekalan teknis kepada tenaga penyadap, khususnya di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lembang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi cuaca yang saat ini musim kemarau yang berdampak pada peningkatan produksi getah, diharapkan dengan meningkatnya produksi getah pinus tersebut maka kualitas atau mutu perlu di tingkatkan lebih baik lagi.
Cuaca yang tidak menentu, seperti tingginya curah hujan dan perubahan suhu ekstrem, diketahui berpengaruh terhadap aliran getah dari pohon pinus. Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian teknik penyaringan agar hasil yang diperoleh tetap optimal tanpa mengurangi timbangan dan hasil kerja tenaga sadap.
Administratur Perhutani KPH Bandung Utara melalui Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna menyampaikan bahwa getah pinus memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja produksi Perhutani. Oleh karena itu, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca, upaya optimalisasi produksi tetap harus dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di lapangan.
“Getah pinus merupakan hasil hutan andalan Perhutani yang kontribusinya cukup besar. Untuk itu, Perhutani berupaya menjaga stabilitas produksi dengan melakukan pendampingan dan pembekalan kepada tenaga sadap, khususnya terkait teknik penyadapan yang benar serta penyaringan kotoran yang nempel pada getah pinus agar hasil yang diperoleh bisa maksimal,” ujarnya. Senin, (20/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan meliputi cara proses penyaringan yang bagus sehingga kotoran – kotoran yang nempel pada getah pinus akan tersaring dengan baik. Selain itu, tenaga sadap juga diberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga kebersihan pada alat atau badeng serta drum getah.
Menurut Cucu, faktor cuaca memang tidak dapat dikendalikan, namun penerapan teknik penyadapan yang baik dan benar dapat meminimalkan dampak penurunan produksi. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga sadap agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Salah satu tenaga sadap di RPH Lembang, Warsidi mengungkapkan bahwa pendampingan dari Perhutani sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman teknis di lapangan. Ia mengakui bahwa kondisi cuaca belakangan ini cukup memengaruhi hasil sadapan, namun dengan arahan yang diberikan, tenaga sadap menjadi lebih memahami cara yang bagus untuk meningkatkan kualitas atau mutu getah pinus yang bagus.
“Dengan adanya pendampingan, kami jadi tahu cara memperbaiki teknik sadap supaya getah bisa keluar lebih optimal. Arahan dari Perhutani juga membuat kami lebih hati-hati agar pohon tetap terjaga dan tidak rusak,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan pendampingan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, karena selain meningkatkan hasil produksi juga kualitas getah pinus dan kepastian pendapatan bagi perusahaan.
Melalui upaya pendampingan dan pembekalan teknis penyaringan limbah pada getah pinus di Perhutani KPH Bandung Utara berharap produksi getah pinus di wilayah RPH Lembang BKPH Lembang dapat terus terjaga dan meningkat secara bertahap. Sinergi antara Perhutani dan tenaga sadap diharapkan mampu mendukung pengelolaan hutan yang produktif, lestari, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.











