Jakarta – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten energi milik konglomerat Happy Hapsoro, menyiapkan transaksi jumbo senilai total USD141,21 juta guna memperbesar eksposur bisnis minyak dan gas (migas) melalui akuisisi SMS Development Limited (SMSD). Langkah ini dilakukan untuk memperoleh akses tidak langsung terhadap participating interest di wilayah kerja Madura Strait PSC yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (6/5/2026) menyebut aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat cadangan dan produksi migas jangka panjang.“Rangkaian transaksi akuisisi ini didasarkan pada pertimbangan strategis dan finansial untuk memperluas basis cadangan dan produksi migas Perseroan secara signifikan,” tulis manajemen dalam dokumen tersebut.
Transaksi akan dilakukan melalui PT Raharja Energi Madura (REM), entitas anak tidak langsung RATU yang dimiliki 51 persen oleh PT Raharja Energi Indonesia dan 49 persen oleh PT Petro Indo Pasifik (PIP). REM akan mengakuisisi 100 persen saham SMSD dari SMS Offshore Overseas Limited (SMSO).Nilai akuisisi saham SMSD ditetapkan sebesar USD62,51 juta. Selain itu, terdapat transaksi novasi shareholder loan senilai USD59,2 juta serta contingent payment maksimal USD19,5 juta apabila perpanjangan kontrak PSC berhasil diperoleh sesuai persyaratan yang disepakati.
Berdasarkan dokumen transaksi, SMSD merupakan perusahaan investasi yang memiliki 20 persen saham di HCML. Sementara itu, HCML memegang 100 persen participating interest di wilayah kerja Madura Strait PSC hingga tahun 2032.Wilayah kerja tersebut memiliki cadangan migas yang besar. Berdasarkan laporan DeGolyer and MacNaughton per 31 Desember 2025, total proved reserves (1P) HCML mencapai 412,03 BCF gas dan 8,16 juta barel kondensat.
Adapun cadangan 2P tercatat sebesar 530,92 BCF gas dan 8,53 juta barel kondensat.HCML juga memproyeksikan produksi sepanjang 2026 mencapai sekitar 220 MMSCFD gas dan 2.990 barel kondensat per hari yang berasal dari lapangan BD, MDA-MBH, dan MAC di Madura Strait PSC.
Masuk Kategori Transaksi Material
Kantor Jasa Penilai Publik Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) menilai nilai pasar 100 persen ekuitas SMSD berada di level USD76,56 juta per 30 November 2025. Dengan demikian, nilai akuisisi sebesar USD62,51 juta dinilai masih dalam kategori wajar.Namun, jika digabungkan dengan contingent payment dan novasi pinjaman, total nilai transaksi mencapai USD141,21 juta atau setara sekitar 279,46 persen dari ekuitas perseroan per November 2025. Nilai tersebut membuat aksi korporasi ini masuk kategori transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam simulasi proforma, total aset RATU diproyeksikan meningkat dari USD69,97 juta menjadi USD183,91 juta setelah transaksi efektif. Investasi pada entitas asosiasi diperkirakan naik menjadi USD91,89 juta, sementara goodwill tercatat sebesar USD29,63 juta.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan diperkirakan meningkat dari USD19,43 juta menjadi USD126,04 juta. Kenaikan tersebut terutama berasal dari fasilitas pinjaman bank sebesar USD100 juta yang disiapkan untuk mendukung pembiayaan transaksi.
Meski leverage meningkat, perseroan memperkirakan aksi korporasi ini akan memberikan tambahan kontribusi laba bersih. Dalam fairness opinion disebutkan laba bersih RATU berpotensi meningkat rata-rata sekitar 117 persen dibandingkan skenario tanpa transaksi selama periode 2026 hingga 2030.Sebagai bagian dari transaksi, RATU juga akan memberikan corporate guarantee dan cash deficit guarantee kepada kreditur maupun penjual. Perseroan menanggung 45 persen kewajiban kepada penjual dan 51 persen kewajiban kepada kreditur bersama PT Petro Indo Pasifik.
Perseroan dijadwalkan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 7 Mei 2026 di Jakarta. Agenda rapat mencakup persetujuan akuisisi SMSD serta pemberian jaminan korporasi terkait transaksi tersebut.
(ard)













