Magelang, Tevri-tv.com, 2/7/2026, Sungguh sangat menginspirasi perjuangan
seorang pengusaha properti asal Klaten, R. Bambang Sridaya, dengan sukarela menghibahkan harta pribadinya demi untuk membiayai renovasi Makam Kyai Langgeng yang terletak di Kota Magelang.
Hal tersebut dilakukan bukan karena adanya motif berbisnis maupun adanya hubungan ikatan keluarga, melainkan timbul dari dorongan rasa spiritual untuk menghormati tokoh para pejuang pada masa Perang Jawa (1825-1830) tersebut.
Ia mengaku bahwa sebelumnya tidak mengenal sosok Kyai Langgeng secara dekat . Tetapi, ia merasa mendapatkan petunjuk batin untuk mendatangi dan memperbaiki kondisi makam Kyai Langgeng sang pahlawan yang dinilainya perlu adanya penataan lebih yang lebih lanjut.
“Saya tidak kenal Kyai Langgeng sebelumnya. Saya mendapat petunjuk untuk memperbaiki tempat ini karena beliau adalah leluhur. Leluhur di tanah Jawa mempunyai nilai yang sangat tinggi. Ketika saya melihat kondisi makamnya seperti itu, hati saya tidak rela,” Jelas Bambang.
Berawal dari rasa kepedulian tersebut, Bambang berkeinginan untuk memperluas kawasan makam sampai sekitar 700 meter persegi.
Area bersejarah ini ditata ulang dengan menggunakan material granit, marmer, dan paving, agar bisa memberikan rasa kenyamanan untuk para peziarah yang berkunjung ke makam tersebut.
Bambang tidak mau
menyebutkan besar nominal biaya yang telah dikeluarkannya, karena menganggap hal tersebut sebagai bentuk murni laku penghormatan.
“Saya membangun ini dengan niat ikhlas. Kalau saya menghitung berapa uang yang keluar, berarti belum ikhlas. Yang saya cari hanya ridho Allah dan penghormatan kepada para leluhur,” Ucapnya.
Merawat makam leluhur bukan hal yang baru bagi Bambang. Selama ini, ia sering membantu penataan makam-makam bersejarah di berbagai daerah sebagai wujud pelestarian warisan budaya.
Baginya, kepedulian tersebut memberikan kepuasan batin tersendiri.
Ke depan, Bambang berharap revitalisasi Makam Kyai Langgeng tidak hanya mempercantik estetika kawasan, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai salah satu aset destinasi wisata religi di Kota Magelang.
“Harapan saya, masyarakat semakin mengenal perjuangan para leluhur. Tempat ini bisa menjadi tujuan wisata religi sehingga orang datang bukan hanya berziarah, tetapi juga belajar menghargai sejarah,” Tuturnya.
Investigasi : tofan













