Tangis Iringi Kepergian Jubir Otorita IKN Troy Harold Yohanes Pantouw, Dimakamkan Secara Kedinasan di TPU Tanah Kusir

Jakarta – Suasana duka menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw. Almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (27/7/2026), setelah sebelumnya dilepas melalui upacara kedinasan yang berlangsung khidmat di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian almarhum selama bertugas di Otorita IKN. Upacara tersebut dihadiri jajaran pimpinan, pegawai Otorita IKN, keluarga besar almarhum, sahabat, serta sejumlah tokoh nasional yang datang memberikan penghormatan terakhir.Raut kesedihan tampak jelas di wajah keluarga dan para pelayat. Isak tangis mengiringi prosesi ketika peti jenazah diberangkatkan menuju TPU Tanah Kusir untuk dimakamkan. Kehadiran para kolega dan insan media menjadi bukti eratnya hubungan yang telah dibangun Troy selama menjalankan tugas sebagai juru bicara lembaga yang mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara.Bagi banyak pihak, Troy bukan hanya seorang pejabat komunikasi publik. Ia dikenal sebagai sosok yang bersahaja, mudah bergaul, dan selalu terbuka dalam menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Selama mengemban amanah di Otorita IKN, ia berperan penting dalam menyampaikan perkembangan pembangunan IKN kepada masyarakat secara transparan dan objektif.Kepergian Troy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Otorita IKN. Rekan-rekannya mengenang almarhum sebagai pribadi yang memiliki loyalitas tinggi, disiplin, serta tidak pernah lelah menjalankan tanggung jawabnya. Bahkan, hingga beberapa hari sebelum berpulang, Troy masih aktif mengikuti berbagai agenda persiapan kegiatan kenegaraan di Ibu Kota Nusantara.Putra almarhum, Romeo Matthew Pantouw, mengungkapkan bahwa keluarga sangat terpukul atas kepergian sang ayah yang begitu mendadak. Menurutnya, sebelum mengembuskan napas terakhir, Troy masih sempat berkomunikasi dengan keluarga dan tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami kondisi kesehatan yang serius.”Kami masih sempat berdoa bersama melalui panggilan video keluarga. Karena itu, kabar kepergian beliau benar-benar mengejutkan kami semua,” ujar Romeo.Setelah upacara pelepasan selesai, iring-iringan jenazah bergerak menuju TPU Tanah Kusir. Prosesi pemakaman berlangsung penuh khidmat, diiringi doa yang dipanjatkan keluarga, sahabat, serta para pelayat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.Kepergian Troy Harold Yohanes Pantouw menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Otorita IKN dan insan pers yang selama ini mengenalnya sebagai figur komunikatif dan penuh dedikasi. Jejak pengabdiannya dalam membangun komunikasi publik mengenai Ibu Kota Nusantara akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan nasional.Di tengah duka yang menyelimuti, berbagai ucapan belasungkawa terus mengalir dari sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, hingga rekan-rekan jurnalis. Mereka mengenang Troy sebagai pribadi yang rendah hati, profesional, dan mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat melalui penyampaian informasi yang terbuka dan menyejukkan.Kepergian almarhum meninggalkan warisan keteladanan tentang dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai salah satu figur yang turut mengawal perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara sejak masa awal hingga memasuki tahap-tahap penting pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *