Banggai Laut, TEVRI-TV _ Jumat (30-05-2025). Desa kalapa lima kecamatan banggai selatan kabupaten banggai laut sulawesi tengah, bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan, inisiatif warga muncul setelah kerusakan jalan kearah dan wilayah desa mereka tak kunjung diperbaiki. Padahal kerusakan jalan diwilayah desa mereka sudah sangat parah, menurut warga desa suda banyak pengendara sepeda motor yang jatuh akibat kerusakan fasilitas publik tersebut.
Ketimbang barpangku tangan dan terus berharap uluran tangan, masyarakat akhirnya bersepakat untuk memperbaiki jalan tersebut secara swadaya, perbaikan jalan dilakukan dengan cara melapisi dengan adukan semen atau dicor. Warga yang lain mengatur campuran semen, sementara yang lainnya termasuk ibu – ibu bekerja mengumpulkan material pasir dan bebatuan. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa jalan ini suda sangat lama tidak diperbaiki bahkan suda bertahun tahun. Warga yang lainnya juga mengatakan bahwa kerusakan jalan selama ini telah berkali kali menyebabkan pengendara sepeda motor terpleset, jatuh mengalami kecelakaan. Apalagi ketika hujan jalanya jadi licin.
Rasa paduli masyarakat desa kalapa lima terhadap keselamatan sesama yang mendorong warga desa untuk bergerak cepat melakukan gotong royong memperbaiki jalan yang rusak dan berlubang karna sangat membahayakan warrga khususnya pengguna jalan. Kegiatan ini berlangsung sejak jumat 30 mei 2025, dan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan warga masih tumbuh subur ditengah tengah masyarakat desa. Meskipun masyarakat desa kalapa lima umumnya telah mengetahui poros jalan kedesa mereka adalah jalan propinsi dan jalan tersebut adalah tanggung jawab propinsi, tapi rasa empati warga tidak bisa menunggu terlalu lama sebab keselamatan warga dan pengendara jalan adalah prioritas.
Kegiatan ini sangat menggugah serta mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, mereka tidak patah smangat yang penting jalan bisa diperbaiki dan ini menjadi suatu kebanggaan warga desa kalapa lima karna dilakukan secara swadaya. *Susanto Laode













