Jakarta-tevri-tv.com
“Tukar Temu” di Panggung Kanal Alternatif Teater: Dari Getapri hingga Ibu-Ibu Kali Pasir Dewan Kesenian Jakarta ( DKJ ) menghadirkan,
“Kanal Alternatif Teater”, sebuah program
pertunjukan rutin yang menjadi ruang eksperimentasi, presentasi , dan dialoq bagi kelompok maupun individu eksperimentasi, teater dari Jakarta dan sekitarnya.
Program ini merupakan inisiatif terbaru Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta yang diselenggarakan dengan dukungan dari Dinas kebudayaan provinsi Khusus Ibu Kota Jakarta dan PT Jakarta Propertindo ( Jakpro).
Kanal Alternatif Teater hadir sebagai ruang alternatif
bagi seniman dan kelompok teater untuk memperkenalkan gagasan, bentuk, dan bahasa panggung yang segar dan orisinal.
Program ini menyoroti pentingnya keberagaman pendekatan artistik dalam dunia teater, terutama bagi
karya-karya yang kerap terpinggirkan dari jalur pertunjukan arus utama,
baik karena keberanian bentuknya, sifat eksperimentalnya, hingga kompleksitas isu dan wacana yang diusung.
Kanal Alternatif Teater sekaligus menjadi laboratorium terbuka bagi eksplorasi, dialoq,
dan pembacaan ulang terhadap kemungkinan kemungkinan baru dalam praktik
teater kontemporer di Jakarta.
Sebanyak enam penampil terpilih akan mengisi program Kanal Alternatif Teater secara
bergiliran setiap bulan, mulai Juli hingga Desember 2025.
Para penampil ini dipilih oleh Komite Teater DKJ
melalui proses kurasi yang mempertimbangkan kekuatan gagasan artistik, relevansi isu yang diangkat,
serta potensi karya dalam memicu percakapan lintas komunitas.
Keenam penampil tersebut adalah Getapri, Nara Aksi, Waktunya Main (Teater Objek), Teater Sapta, Aulia
Detha Amalia & Ibu Kali Pasir, serta Teater Asa Jakarta. Program ini akan dibuka
oleh kelompok Getapri dengan pertunjukan berjudul Awake, karya Agus Smok, yang akan digelar pada
19 Juli 2025 di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki.
menurut Krisna Aditya sebagai Ketua Komite Teater DKJ, program Kanal Alternatif Teater sebagai upaya memberikan ruang pelaku teater yang ada dilingkup Jakarta akan diadakan selama 6 bulan sampai bulan Desember, hari ini hari pertama kali dimulainya acara. Acara seperti ini kami adakah juga di lima wilayah seperti Jakarta Utara,jakarta barat Jakarta Timur dan Selatan. Dari bulan Juli sampai Desember Kanal Alternatif Teater melakukan 6 kali pertunjukan sepanjang tahun ini, rencananya total ada 48 pertunjukan proyeksi lanjutan 2026, utamanya Kanal Alternatif Teater ada dipusat Taman Ismail Marzuki. Sehingga Jakarta menjadi kota Global dan Berbudaya ucapnya
Kanal Alternatif Teater mengusung “Tukar Temu” sebagai tema kuratorial tahun ini. Istilah ini
menjadi kata kunci penting dalam seni pertunjukan, bukan hanya sebagai ajang pertemuan antar praktik
dan ide, tetapi juga sebagai ruang saling tukar pengetahuan, pengalaman, dan
perspektif. Program ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan, melainkan juga menekankan
pentingnya dialog pasca pertunjukan, dokumentasi yang sistematis, serta keterlibatan publik dalam proses artistik. “Tukar Temu” mencerminkan pendekatan yang kolaboratif dan terbuka
yang menjadi dasar penyelenggaraan Kanal Alternatif Teater.

Dalam program ini, pertunjukan tidak diposisikan semata sebagai bentuk akhir, melainkan sebagai
bagian dari proses pencarian, ruang pertemuan, dan percakapan—baik antar pelaku seni maupun antara seniman dan masyarakat. Pendekatan ini menjadi penting di
tengah kecenderungan ekosistem seni pertunjukan yang kerap menempatkan karya hanya sebagai tontonan jadi.
Kanal Alternatif Teater mendorong perubahan cara pandang tersebut
dengan menekankan proses sebagai bagian integral dari praktik artistik, serta membangun ruang interaksi yang lebih
terbuka, reflektif, dan berkesinambungan.
Penampil Judul Pertunjukan Jadwal Getapri Awake
19 Juli 2025 Nara Aksi
Be My Enemy 15 Agustus 2025
Waktunya Main (Teater Objek) Mentik dan Mahluk yang Seperti;
Siput 26-27 September 2025
Teater Sapta Kapai kapai 23 Oktober 2025,
Aulia Detha Amalia dan Ibu Kali Pasir
Ruang Tamu: Antara Pintu dan Piring
29–30 November 2025
Teater Asa Jakarta Kala Tiada 20 Desember 2025. (ine)













