BANGGAI LAUT, TEVRI-TV.com – (03/10/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dituntut memperjelas arah kebijakan serta komitmen konkret dalam meningkatkan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung Pelabuhan Perikanan Mato di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut.
Sebagai daerah kepulauan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor kelautan dan perikanan, Banggai Laut membutuhkan infrastruktur pelabuhan yang mampu menunjang produktivitas nelayan, memperlancar pelayanan kegiatan perikanan, serta memperkuat distribusi hasil laut.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Pelabuhan Perikanan Mato seharusnya menjadi perhatian strategis pemerintah provinsi, mengingat pengelolaan kelembagaan pelabuhan berada dalam lingkup kewenangan pemerintah provinsi.
Pengembangan kawasan tidak cukup hanya bertumpu pada fungsi pelayanan operasional rutin. Diperlukan langkah nyata berupa pemetaan kebutuhan fasilitas, penetapan skala prioritas pembangunan, kepastian dukungan anggaran, serta target peningkatan kapasitas pelayanan yang terukur.
Publik membutuhkan kejelasan: sejauh mana komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong Pelabuhan Perikanan Mato menjadi sentra ekonomi perikanan yang representatif dan berdaya saing?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui program pembangunan yang konkret, bukan sekadar pernyataan dukungan terhadap potensi kelautan Banggai Laut.
Peningkatan fasilitas pelabuhan juga perlu diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, termasuk mendukung efisiensi aktivitas operasional, penanganan hasil tangkapan, dan penguatan rantai distribusi komoditas laut.
Karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan membuka kejelasan mengenai rencana pengembangan kawasan Mato, kebutuhan infrastruktur prioritas, serta tahapan program yang dapat direalisasikan.
Banggai Laut tidak hanya membutuhkan pengakuan sebagai daerah kaya sumber daya laut. Daerah kepulauan ini membutuhkan keberpihakan kebijakan yang diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur perikanan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Pelabuhan Perikanan Mato harus memperoleh perhatian sebagai aset strategis ekonomi bahari Sulawesi Tengah, dengan orientasi pembangunan yang menempatkan produktivitas nelayan dan kesejahteraan masyarakat pesisir sebagai tujuan utama.
(FTT)













