Banggai Laut, TEVRI-TV – Jumat, (22/8/2025). Proyek rekonstruksi jalan di Kabupaten Banggai Laut kembali menuai sorotan. Rekonstruksi jalan seharusnya dilakukan pada ruas yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan perbaikan menyeluruh hingga pada lapisan pondasi. Namun, metode pelaksanaan di lapangan dinilai tidak sesuai dengan standar pekerjaan rekonstruksi.
Sejumlah keluhan masyarakat pun bermunculan. Warga menilai pekerjaan yang dilakukan hanya sebatas penimbunan dan pelapisan, bukan perbaikan menyeluruh sebagaimana mestinya. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian metode pelaksanaan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Ironisnya, saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Dinas PUPR Banggai Laut, Zainal Tatadeng, enggan memberikan keterangan pasti. Melalui pesan singkat WhatsApp, ia tidak menjawab detail terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Sementara itu, pihak kontraktor atau pelaksana proyek juga sulit ditemui. Upaya wartawan untuk menghubungi melalui sambungan telepon tidak mendapat akses dari pengawas lapangan perusahaan pelaksana.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih transparan dalam pengelolaan proyek infrastruktur, agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aturan teknis yang berlaku. (FTT)













