STIPAR Manado Gandeng Pemkab Minut, ASDEWI & LSP Bunaken Siap Cetak SDM Desa Wisata Kelas Dunia

TEVRI- TV MANADO – Kolaborasi keren bikin heboh! Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Manado resmi jalin kerja sama super strategis dengan Pemkab Minahasa Utara, Asosiasi Desa Wisata Indonesia, dan LSP Pariwisata Bunaken Indonesia.

Yang bikin viral, audiensi ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah Minut Ir. Novly G. Wowiling, M.Si didampingi Kadis Pariwisata Minut Jein Barantian, M.Si. Dari STIPAR Manado hadir Ketua Dr. Agus Walansendow, SE, MM, M.Si, dan dari ASDEWI hadir Ketua Christian Tambingon.

banner 325x300

Beasiswa Mitra Mandiri: Anak Desa Wisata Bisa Kuliah Gratis!
Poin paling disorot netizen adalah program Beasiswa Mitra Mandiri. Pemkab Minut bersama STIPAR Manado buka jalan bagi putra-putri dari 10 kecamatan di Minut untuk kuliah pariwisata tanpa pusing biaya.

“Kita gas SDM dulu. Tidak ada lagi alasan anak Minut tidak bisa kuliah karena biaya. Pulang kampung wajib bangun desa wisata sendiri,” tegas Sekda Novly G. Wowiling. Pernyataan ini langsung banjir pujian di TikTok & Instagram.

Ketua STIPAR Manado Dr. Agus Walansendow menambahkan, beasiswa ini khusus jurusan perhotelan, destinasi, dan usaha perjalanan. “Target kita, 5 tahun ke depan semua desa wisata Minut dikelola lulusan STIPAR yang tersertifikasi. Likupang so DPSP, jangan cuma jadi penonton,” ujarnya.

Sertifikasi BNSP Langsung di Desa
Gak cuma kuliah, warga desa wisata juga bakal dapat pelatihan + sertifikasi kompetensi langsung dari LSP Pariwisata Bunaken Indonesia. Sertifikatnya berlogo Garuda BNSP, diakui nasional.

Materi pelatihannya daging semua: jadi guide lokal, kelola homestay, masak kuliner Tonsea, sampai jago konten TikTok buat promosi desa.

Kadis Pariwisata Minut Jein Barantian, M.Si bilang, “Percuma pemandangan bagus kalau guide-nya tidak bisa storytelling. Kita mau wisatawan datang karena cerita, bukan cuma foto.”

UMKM Desa Wisata Naik Kelas
Ketua ASDEWI Christian Tambingon ikut angkat suara. Menurutnya, kerja sama ini bikin desa wisata Minut langsung konek ke jaringan nasional ASDEWI.

“Masalah desa wisata selama ini: produk ada, tapi kemasan jelek dan tidak ada yang promosi. STIPAR turun bantu kurasi produk, desain kemasan, mahasiswa KKN bantu bikin konten. Kita di ASDEWI bantu bawa ke pameran nasional,” jelas Christian. Postingan ini dishare ratusan kali di grup-grup FB Minut.

Likupang Jadi Kunci
Semua pihak sepakat, Minut adalah pintu gerbang Destinasi Super Prioritas Likupang. Kalau desa penyangganya kuat, UMKM jalan, SDM bersertifikat, maka dampak ekonomi langsung terasa sampai ke rumah-rumah warga.

“Kita tidak mau Likupang rame, tapi warga lokal cuma jadi tukang parkir. Harus jadi owner homestay, jadi guide, jadi pelaku utama,” tegas Dr. Agus Walansendow.

Kapan Mulai?
MoU resmi bakal diteken bulan depan. Beasiswa Mitra Mandiri angkatan pertama ditargetkan buka tahun ajaran baru ini. Netizen Minut sudah ramai-ramai tag adik, ponakan, dan tetangga suruh siap-siap daftar.

Kolaborasi 4 pihak ini disebut-sebut jadi role model pengembangan desa wisata di Sulut. Kerennya, semua gratis untuk warga dan langsung menyentuh akar rumput. ( TEVRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *