‎‎Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Kuliner Desa Darunu: Workshop Packaging Premium dan Content Marketing sebagai Wujud Implementasi Riset Terapan Politeknik Negeri Manado dan Asta Cita Pengembangan Wilayah Pesisir 2025

‎Televisi Rakyat Indonesia TEVRI TV, Minut – Hadirkan Terobosan inovatif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang komprehensif, para pelaku UMKM produk olahan kuliner lokal mendapatkan pelatihan intensif mengenai packaging premium dan content marketing digital, sebagai upaya konkret meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di era ekonomi digital.‎‎Kegiatan SDM ini digelar di Desa Wisata Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.‎‎Program ini tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menghadirkan paradigma baru dalam pengelolaan bisnis kuliner berbasis kearifan lokal.

Dengan memadukan inovasi packaging yang ramah lingkungan dan strategi pemasaran digital yang adaptif, para UMKM Desa Darunu dibekali kemampuan untuk mentransformasi produk tradisional menjadi komoditas bernilai premium yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.‎‎‎

banner 325x300

Pendekatan ini sejalan dengan visi Asta Cita pengembangan wilayah pesisir yang mengutamakan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal.‎Inovasi packaging premium yang diperkenalkan tidak hanya fokus pada aspek estetika, tetapi juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan ramah lingkungan yang tersedia secara lokal. ‎‎‎Sementara itu, strategi content marketing yang diajarkan dirancang khusus untuk mengangkat nilai heritage dan storytelling produk kuliner Desa Darunu, sehingga mampu menciptakan emotional branding yang kuat di hati konsumen. Kombinasi kedua elemen ini diproyeksikan akan menjadi katalis utama dalam mengangkat citra produk olahan kuliner Desa Darunu dari sekadar produk lokal menjadi brand yang dikenal luas dan memiliki positioning premium di pasar kuliner nusantara.‎‎‎‎Kegiatan workshop dibuka secara resmi dengan antusiasme tinggi dari seluruh stakeholder terkait.

Ketua Tim Pengabdi dari Politeknik Negeri Manado, Dr. Agustinus Walansendow, SE MM MSi dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi digital dalam industri kuliner lokal.‎‎ “Program ini merupakan kelanjutan logis dari berbagai inisiatif pemberdayaan yang telah kami lakukan sebelumnya. Kami yakin bahwa dengan menguasai teknik packaging premium dan content marketing yang tepat, para pelaku UMKM Desa Darunu tidak hanya akan meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengangkat citra kuliner Sulawesi Utara di kancah nasional dan internasional,” ujarnya dengan penuh keyakinan.‎‎‎Anggota tim pengabdi, ibu Dr Daysi Iryani Erny Sundah, SE, M.Ed.M menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam workshop ini menggabungkan teori dan praktik secara seimbang.

‎”Kami memahami bahwa para pelaku UMKM membutuhkan solusi praktis yang dapat langsung diimplementasikan. Oleh karena itu, seluruh materi workshop dirancang agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Ini adalah wujud nyata dari riset terapan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” jelasnya dalam sesi orientasi program.

Inovasi Packaging Premium Berbasis Kearifan Lokal di Sesi pertama workshop difokuskan pada pengembangan konsep packaging premium yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mencerminkan identitas budaya Desa Darunu. Para peserta diajarkan teknik desain kemasan yang mengoptimalkan penggunaan bahan-bahan lokal seperti daun kelapa, bambu, dan serat alami lainnya yang diolah dengan teknologi sederhana namun efektif.

Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah berupa keunikan dan autentisitas yang sulit ditiru oleh kompetitor.‎‎‎

Ditempat yang sama Prof. Dr. Bet El Silisna Lagarense, sebagai narasumber utama dalam sesi ini, menekankan bahwa packaging premium bukan hanya tentang penampilan yang mewah, tetapi juga tentang fungsionalitas dan sustainability. ‎‎”Konsumen modern, terutama di segmen premium, semakin peduli dengan aspek keberlanjutan produk yang mereka beli. Packaging yang ramah lingkungan namun tetap premium akan menjadi diferensiasi kuat bagi produk kuliner Desa Darunu. Ini adalah peluang emas untuk menciptakan blue ocean strategy di industri kuliner tradisional,” paparnya dalam presentasi yang mendapat apresiasi tinggi dari seluruh peserta.‎‎‎

Dalam sesi praktik, peserta dilatih untuk mengembangkan berbagai variasi desain kemasan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing produk kuliner. Mulai dari kemasan untuk produk kering seperti keripik dan rendang ikan, hingga kemasan untuk produk basah seperti saus dan sambal tradisional. Setiap desain dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek branding, protection, convenience, dan environmental impact.

Para peserta juga diajarkan teknik labeling yang profesional dengan memanfaatkan teknologi printing sederhana yang dapat diakses di tingkat desa.‎‎‎Strategi Content Marketing untuk Penetrasi Pasar Digital‎Sesi kedua workshop menghadirkan materi komprehensif tentang content marketing yang dirancang khusus untuk produk kuliner berbasis heritage. Bapak Muhammad Kappa Bakary, SE. MSi. yang memimpin sesi ini, menekankan bahwa era digital telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan brand, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih personal dan engaging. “Content marketing bukan sekadar tentang mempromosikan produk, tetapi tentang bercerita dan membangun emotional connection dengan audiens. Produk kuliner tradisional memiliki keunggulan natural dalam hal storytelling karena di balik setiap resep terdapat sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang berharga,” jelasnya dengan antusias.‎‎‎

Menariknya, Para peserta diajarkan teknik fotografi produk menggunakan smartphone dengan hasil yang profesional, pengembangan narasi brand yang kuat, strategi penggunaan platform media sosial yang berbeda-beda, dan teknik engagement yang efektif untuk membangun community around the brand. Workshop juga mencakup pelatihan penggunaan tools digital gratis seperti Canva untuk desain visual, Instagram dan Facebook Business untuk manajemen akun bisnis, serta WhatsApp Business untuk customer relationship management.‎‎‎Salah satu highlight dari sesi ini adalah pengembangan konsep “digital storytelling” yang menggabungkan visual content dengan narrative yang kuat tentang perjalanan produk dari bahan baku lokal hingga menjadi produk jadi.

Para peserta dilatih untuk mengidentifikasi unique selling proposition (USP) masing-masing produk dan mengkomunikasiknya melalui berbagai format content seperti photo series, video tutorial, behind-the-scenes content, dan customer testimonials.‎ Implementasi Praktis dan Pendampingan Berkelanjutan‎Untuk memastikan efektivitas transfer knowledge, workshop dilengkapi dengan sesi praktek intensif di mana setiap peserta wajib mengembangkan prototype packaging dan konten digital untuk produk unggulan mereka.

Tim pengabdi memberikan mentoring individual untuk memastikan bahwa setiap konsep yang dikembangkan feasible untuk diimplementasikan dan sesuai dengan target market masing-masing produk.‎‎‎

Selanjutnya Dr. Agustinus Walansendow menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti setelah workshop selesai. “Kami berkomitmen untuk memberikan follow-up assistance selama tiga bulan ke depan melalui konsultasi berkala dan monitoring progress implementasi. Setiap peserta akan mendapatkan akses ke support system yang telah kami bangun, termasuk consultation hotline dan online mentoring platform. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan sustainability dari program pemberdayaan ini,” tegasnya dalam sesi penutup.

‎‎Dukungan Stakeholder dan Sinergi Pembangunan Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Darunu yang melihatnya sebagai katalis penting dalam pengembangan ekonomi desa berbasis pariwisata kuliner. Kepala Desa biasa disebut Hukum Tua, melalui pernyataan resminya, menegaskan komitmen untuk memberikan fasilitasi regulasi dan promosi yang mendukung implementasi hasil workshop. ‎‎”Kami melihat program ini sebagai game changer bagi ekonomi desa. Dengan packaging yang menarik dan strategi marketing yang tepat, produk-produk kuliner tradisional kami berpotensi menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara. Ini sejalan dengan visi kami menjadikan Desa Darunu sebagai destinasi wisata kuliner premium di Sulawesi Utara,” ujar Kepala Desa dengan optimisme tinggi.‎‎Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam program ini mencerminkan model triple helix yang efektif dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Menurutnya Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat proses transfer teknologi dan knowledge, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui institutional support yang kuat. Lebih jauh, dukungan ini juga mengindikasikan readiness dari berbagai pihak untuk mengimplementasikan Asta Cita pengembangan wilayah pesisir melalui pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.‎‎Selanjutnya Penyerahan Kit Implementasi dan Modul Panduan Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan program, tim PkM menyerahkan implementation kit kepada setiap peserta yang terdiri dari starter pack packaging materials, design templates, printing equipment sederhana, dan modul panduan lengkap tentang packaging design dan content marketing strategy. Kit ini dirancang agar peserta dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh tanpa hambatan modal yang signifikan.‎Modul panduan yang diserahkan mencakup step-by-step guide untuk pengembangan packaging premium, template desain yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, content calendar untuk perencanaan strategi social media marketing, dan tools untuk monitoring dan evaluasi performance marketing. Semua materi disusun dalam bahasa yang sederhana dan praktis, dilengkapi dengan ilustrasi visual yang memudahkan implementasi di tingkat grassroots.‎‎Mex Usmeny Pesik, SE. M.M menjelaskan bahwa penyerahan kit ini bukan hanya simbolik, tetapi strategis dalam memastikan immediate impact dari program. “Kami memahami bahwa gap terbesar dalam program capacity building seringkali terletak pada fase implementasi. Dengan menyediakan tools dan materials yang diperlukan, kami menghilangkan barrier utama yang biasanya menghambat peserta untuk mengaplikasikan knowledge yang telah diperoleh. Ini adalah investasi dalam jangka panjang untuk sustainable development Desa Darunu,” jelasnya dengan penuh conviction.‎‎ ‎‎

Proyeksi Dampak dan Sustainability Program Dari perspektif ekonomi, program ini diproyeksikan akan menghasilkan multiple effects bagi ekosistem bisnis Desa Darunu. Pertama, peningkatan value added produk kuliner yang diperkirakan dapat meningkatkan margin keuntungan hingga 40-60% melalui premium positioning. Kedua, ekspansi market reach yang memungkinkan penetrasi ke segmen urban middle-class dan tourist market yang memiliki purchasing power lebih tinggi. Ketiga, penciptaan employment opportunities baru di bidang kreatif seperti desain, fotografi, dan digital marketing.‎‎Lebih jauh, program ini juga berkontribusi pada strengthening of local supply chain melalui increased demand untuk raw materials dan supporting services. Peningkatan aktivitas ekonomi ini diproyeksikan akan memiliki multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian desa secara keseluruhan, sekaligus memperkuat positioning Desa Darunu sebagai creative economy hub di kawasan pesisir Sulawesi Utara.‎‎

Kontribusi terhadap Asta Cita Pengembangan Wilayah Pesisir‎Program ini secara langsung mendukung implementasi Asta Cita pengembangan wilayah pesisir melalui beberapa dimensi strategis. Pertama, penguatan ekonomi lokal berbasis potensi endogenous yang sustainable dan scalable. Kedua, peningkatan kapasitas SDM lokal dalam mengelola bisnis modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional. Ketiga, pengembangan infrastruktur digital dan creative economy yang menjadi foundation bagi long-term competitiveness wilayah pesisir.‎Implementasi program ini juga mencerminkan successful model of applied research yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Dengan menggabungkan local wisdom dengan modern business practices, program ini menghadirkan alternative development pathway yang tidak hanya ekonomically viable tetapi juga culturally sustainable dan environmentally responsible.

‎‎Kesimpulan Workshop “Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Kuliner Desa Darunu: Workshop Packaging Premium dan Content Marketing” telah berhasil mencapai objektif utamanya dalam memberdayakan pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk mereka di era digital.

Melalui pendekatan holistik yang menggabungkan inovasi packaging, strategi marketing digital, dan sustainability principles, program ini tidak hanya memberikan immediate impact berupa peningkatan skills dan knowledge, tetapi juga menciptakan foundation yang kuat untuk sustainable economic development di Desa Darunu.‎

Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya collaboration antara institusi pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan community dalam mengimplementasikan development agenda yang berorientasi pada people empowerment dan local potential optimization. Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, tim PkM akan terus memberikan technical assistance dan monitoring untuk memastikan bahwa implementasi hasil workshop dapat berjalan optimal dan memberikan impact yang signifikan bagi peningkatan welfare masyarakat Desa Darunu.

Kegiatan PKM Politeknik Negeri Manado ini di pimpin Ketua Dr Agustinus Walansendow, SE,MM,MSi dan diikuti tim kerja Anggota Jemmy Pangemanan, SE, MSi, Mex Usmeni Pesik, SE, MM,
Prof. Dr Bet El Silisna Lagarense, MMTour.

( Redaksi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *