‎STP Manado Gandeng ASIDEWI dan Pemkab Minahasa Utara, Perkuat Nilai Jual UMKM Desa Wisata Dimembe

TEVRI TV, MINUT — Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STP) Manado, di bawah Yayasan Bina Pratama Manado, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Dimembe, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Nilai Jual Produk UMKM Desa Dimembe Melalui Inovasi Packaging dan Labeling” ini digelar bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Provinsi Sulawesi Utara, Lembaga Adat Daerah (LAD), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Dimembe, sebagai implementasi nota kesepahaman antara STP Manado dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

banner 325x300

Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Hukum Tua Desa Dimembe, Marny Pangalila, S.K.M., M.Kes., bersama Ketua STP Manado, Dr. Agustinus Walansendow, S.E., M.M. Kehadiran kedua pimpinan lembaga ini menegaskan komitmen nyata STP Manado dalam mendorong kemajuan pariwisata desa sekaligus kesejahteraan masyarakat setempat.

Sebanyak tiga puluh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah binaan Pokdarwis dan LAD Desa Dimembe turut serta, dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari kue basah, warung kebutuhan harian, penjual makanan dan buah, hingga peternak ayam.


‎Dalam sambutannya, Dr. Agustinus Walansendow menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian lembaga kepada masyarakat. “Ilmu pengetahuan harus turun ke lapangan dan bermanfaat langsung bagi kemajuan daerah, khususnya memajukan pariwisata desa yang menjadi harapan bersama,” ujarnya.


‎Sementara itu, PLT Hukum Tua Marny Pangalila mengingatkan agar pengembangan pariwisata senantiasa diiringi pemeliharaan kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan. “Sapta Pesona bukan sekadar teori, melainkan harus menjadi kebiasaan dan budaya hidup warga, agar setiap tamu merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” tegasnya.


‎Ketua DPD ASIDEWI Sulawesi Utara, Christian Tambingon, turut menyambut baik sinergi ini. Ia menilai Desa Dimembe memiliki potensi alam, budaya, dan kuliner yang luar biasa, dan melalui pelatihan terarah, warga serta pelaku usaha dapat mengelola potensi tersebut secara profesional sesuai standar nasional.



‎Materi pelatihan mencakup penerapan prinsip Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan berkesan), tata kelola destinasi, pelayanan tamu, pengemasan produk, pelabelan, hingga pemasaran digital. Pada sesi teknis packaging dan labeling, tim pelaksana STP Manado  yang melibatkan sebelas dosen dan tujuh belas mahasiswa di bawah Ketua Pelaksana Sony Wijanarko, S.ST.Par., MM.  memandu peserta menyampaikan materi prinsip dasar kemasan dan label, dilanjutkan praktik langsung membuat dan menerapkan kemasan serta label pada produk masing-masing, didampingi hingga tuntas.



‎Produk unggulan yang menjadi fokus praktik meliputi keripik sukun, keripik ubi ungu, keripik singkong, halua kenari, saus ikan roa, saus ikan cakalang, dan minyak kelapa olahan. Kegiatan ini berhasil menghasilkan tujuh jenis desain label dan tujuh jenis desain kemasan yang disesuaikan dengan karakter tiap produk, mulai dari standing pouch aluminium foil untuk keripik hingga botol food grade bertutup rapat untuk saus dan minyak kelapa olahan.


‎Sebagai nilai tambah di luar target awal, peserta juga dibekali keterampilan membuat tote bag bermotif khas Desa Dimembe, yang dapat difungsikan sebagai kemasan sekunder sekaligus produk kerajinan tersendiri.


‎Berdasarkan laporan pelaksanaan, seluruh indikator keberhasilan yang ditetapkan tercapai. Tingkat kehadiran peserta mencapai seratus persen dari target undangan, dan seluruh peserta mampu mempraktikkan teknik dasar packaging dan labeling pada produknya masing-masing. Kegiatan didukung anggaran Pengabdian kepada Masyarakat STP Manado Tahun 2026 sebesar Rp10.000.000,00, dengan satuan biaya mengacu pada Standar Analisis Biaya Kabupaten Minahasa Utara.



‎Kegiatan diikuti dengan penuh semangat oleh perangkat desa, pengurus Pokdarwis, serta puluhan pelaku UMKM Desa Dimembe. Masyarakat berharap ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya saing produk lokal, sehingga Desa Wisata Dimembe semakin dikenal luas dan membawa dampak ekonomi nyata bagi seluruh warga.
‎Tim pelaksana turut mencatat sejumlah kendala dalam pelaksanaan, di antaranya keterbatasan waktu praktik yang menyebabkan sebagian peserta belum sepenuhnya menerapkan label pada seluruh varian produknya, serta terbatasnya alat cetak label dan bahan kemasan berkualitas cetak tinggi di lokasi kegiatan.


‎Sebagai tindak lanjut, STP Manado bersama Pokdarwis dan LAD Desa Dimembe akan melakukan pendampingan lanjutan, memfasilitasi akses percetakan label yang lebih terjangkau, serta mendorong pengurusan izin usaha dan sertifikasi produk pangan bagi UMKM yang telah memiliki kemasan dan label standar.
Kegiatan ini menegaskan sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, kelembagaan adat, asosiasi desa wisata, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pariwisata Kabupaten Minahasa Utara.



‎Dalam jangka menengah dan panjang, penguatan kemasan dan label produk UMKM ini diharapkan memperkuat posisi Desa Dimembe sebagai salah satu simpul produksi oleh-oleh khas dalam ekosistem pariwisata daerah, termasuk peluang integrasi ke etalase desa wisata, galeri UMKM, dan kerja sama dengan pelaku usaha perjalanan wisata. STP Manado menyatakan kegiatan serupa berpotensi direplikasi di desa-desa lain di wilayah tersebut yang memiliki potensi UMKM sejenis, sebagai bagian dari implementasi berkelanjutan nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. ( TEVRI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *