Jakarta – Setelah sempat ramai dispekulasikan bakal sepenuhnya hengkang dari jajaran pemegang saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), data terbaru justru menunjukkan bahwa taipan nasional Happy Hapsoro masih tercatat sebagai investor di emiten sekuritas tersebut.
Berdasarkan daftar kepemilikan saham PADI per akhir Maret 2026, muncul nama PT Sentosa Bersama Mitra (SBM) yang menggenggam sekitar 4,67 persen saham Perseroan. PT SBM sendiri diketahui merupakan salah satu entitas bisnis yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro.
Data tersebut sekaligus membantah spekulasi bahwa suami Ketua DPR RI, Puan Maharani, itu telah melepas seluruh kepemilikannya di saham PADI.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto, mengaku tidak dapat memberikan komentar lebih jauh terkait keputusan pemegang saham.
“Hal itu merupakan ranah shareholder, bukan manajemen,” ujar Djoko dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).
Meski demikian, Djoko menilai langkah mempertahankan kepemilikan saham PADI merupakan keputusan yang rasional, terutama setelah Perseroan berhasil mencatatkan perbaikan kinerja signifikan.
“Sangat rasional dan bisa dipahami, karena seperti kita tahu, kami baru saja sukses turnaround dari sebelumnya masih rugi, kini telah berhasil membukukan keuntungan,” katanya.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan terbaru, PADI sukses membalikkan kondisi keuangan dari rugi bersih Rp13,79 miliar pada 2024 menjadi laba bersih Rp1,81 miliar sepanjang 2025.
Menurut Djoko, lonjakan kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi restrukturisasi dan penguatan operasional yang dijalankan Perseroan selama setahun terakhir.
“Perbaikan fundamental yang drastis ini mengindikasikan bahwa mesin operasional PADI telah kembali efisien dan perseroan tak lagi sekadar cangkang sekuritas, melainkan aset finansial yang bernilai dan berkinerja positif,” ujarnya.
Di sisi lain, bertahannya Happy Hapsoro di struktur pemegang saham PADI juga dikaitkan dengan rencana Perseroan untuk menggelar penambahan modal melalui mekanisme rights issue atau PMHMETD dengan nilai penerbitan saham baru diperkirakan mencapai Rp113,07 miliar.
Sejumlah pelaku pasar menilai langkah Happy yang masih mempertahankan porsi kepemilikan di bawah lima persen dapat menjadi sinyal kesiapan dirinya untuk tampil sebagai standby buyer dalam aksi korporasi tersebut.
Namun demikian, Djoko kembali memilih tidak berkomentar terkait spekulasi pasar tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa keberhasilan Perseroan mencetak laba bersih menjadi indikator bahwa strategi bisnis yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat.
Djoko optimistis penguatan fundamental keuangan Perseroan akan menjadi fondasi penting dalam menyerap dana rights issue yang nantinya akan difokuskan untuk memperkuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) serta mendukung ekspansi operasional perusahaan.
(ard)













