FOLK Group Bukukan Laba Neto di Q1 2026 – Titik infleksi Setelah Restrukturisasi Operasional Dua Tahun

Ekuitas Melonjak 108% Menjadi Rp137,80 Miliar Pasca-PMTHMETD; FOLK Perluas Ekspasur ke Sektor Healthcare dan Infrastruktur

banner 325x300

Jakarta, 11 Juni 2026 – PT Multi Garam Utama Tbk (IDX: FOLK) mengumumkan kinerja Kuartal I 2026 dengan pencatatan Laba Neto positif sebesar Rp14,82 Miliar yang merupakan pencapaian pertama sejak Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hasil ini membalik posisi rugi neto Rp2,89 Miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan perbaikan absolut sebesar Rp17,71 Miliar secara tahunan.
Penguatan Fundamental Neraca. Per 31 Maret 2026, Total Aset Perseroan tumbuh +93,57% QoQ menjadi Rp147,50 Miliar, sementara Total Ekuitas melonjak +108,42% QoQ ke Rp137,80 Miliar yang didorong oleh
keberhasilan eksekusi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang menghasilkan tambahan Agio sebesar Rp53,99 Miliar. Total Liabilitas tetap terkendali di Rp9,71 Miliar dengan Debt-to-Equity Ratio 0,07x dan Current Ratio 8,65x. Perseroan tidak memiliki utang bank dan
seluruh liabilitas bersifat operasional.

Efisiensi Operasional Berbasis Teknologi. Disiplin efisiensi yang dibangun sejak FY2024 menjadi fondasi dari pencapaian Q1 2026. Beban operasional Perseroan ditekan -22,4% YoY di FY2025, yang berdampak langsung pada bottomline. Sebagai bagian dari transformasi internal, Perseroan secara aktif
mengintegrasikan AI Agent ke berbagai fungsi inti meliputi riset investasi, pemantauan portofolio, kepatuhan regulasi, intelijen pasar modal, serta otomatisasi pelaporan internal.

Pendekatan ini memungkinkan Perseroan menjalankan operasi holding yang lean dengan tim inti yang terfokus, sembari
memperkuat kapasitas pengambilan keputusan berbasis data. Transformasi Menjadi Platform Investasi Multi-Sektor. FOLK telah berevolusi dari ekosistem yang
sebelumnya berfokus pada media, ritel, dan kekayaan intelektual, menjadi platform investasi multi-sektor yang tercatat di BEI. Berakar pada ekosistem kreatif yang telah dibangun, Perseroan kini memperluas
eksposurnya ke sektor-sektor strategis baru yang meliputi layanan kesehatan dan infrastruktur dengan tetap mempertahankan fondasi operasional yang telah dibangun.
“Q1 2026 menandai titik infleksi bagi FOLK.

Laba Neto positif yang kami catatkan adalah konfirmasi awal bahwa strategi konsolidasi dan efisiensi operasional yang kami jalankan sejak dua tahun terakhir membuahkan hasil. Dengan struktur permodalan yang jauh lebih kuat dan disiplin alokasi modal yang konsisten, kami percaya FOLK telah siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya, dengan eksposur yang lebih terdiversifikasi pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan kontribusi nyata terhadap ekonomi Indonesia,” ujar Danny Sutradewa, Direktur Utama PT Multi Garam Utama Tbk.

Penguatan Ekosistem ke Infrastruktur dan Healthcare. Sejalan dengan strategi diversifikasi, FOLK terus memperluas eksposur portofolionya ke sektor-sektor dengan fundamental jangka panjang yang kuat. Dua area fokus utama saat ini adalah infrastruktur berkelanjutan melalui Traya Group, dan layanan kesehatan melalui PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (IDX:DGNS).

Traya Group memberikan eksposur kepada Perseroan pada sektor infrastruktur pengolahan air bersih dan air limbah kebutuhan strategis yang terus meningkat di Indonesia seiring pembangunan kawasan
industri, urbanisasi, dan penerapan standar kepatuhan lingkungan yang lebih ketat.

Sebagai produsen Membrane Bioreactor dan Ultrafitration berteknologi tinggi yang telah tersertifikasi SNI dan TKDN, Traya Group memiliki posisi yang sulit direplikasi dalam jangka pendek serta selaras dengan agenda nasional dibidang ESG dan ketahanan air.

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) adalah bagian dari Bundamedik Healthcare System (BMHS) yang merupakan salah satu ekosistem layanan kesehatan terkomprehensif di Indonesia. Saat ini DGNS
mengoperasikan lebih dari 41 mitra dan jaringan laboratorium dengan 2.400+ jenis pemeriksaan dan basis lebih dari 70.000 pelanggan per bulan. Yang menarik bagi Perseroan adalah arah transformasi DGNS – dari penyedia diagnostik konvensional menjadi hybrid healthcare ecosystem yang mengintegrasikan klinik spesialis, diagnostik genomik, dan inovasi digital. Relevansi pasarnya sangat nyata: pada 2050, 21,1%
populasi Indonesia diproyeksikan berusia di atas 60 tahun, mendorong lonjakan permintaan layanan kesehatan kronis dan preventif secara struktural.

Kedua eksposur tersebut merefleksikan filosofi investasi FOLK: fokus pada bisnis yang tidak hanya memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga berperan dalam menjawab kebutuhan
fundamental masyarakat dan agenda pembangunan ekonomi Indonesia. Perseroan akan melanjutkan pendekatan investasi yang disiplin, selektif, dan terukur – dengan komitmen untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.
Prinsip Investasi FOLK.

Dalam mengelola portofolio, Perseroan menerapkan kerangka screening investasi yang disiplin dengan 5 filter utama:

  • Large Market Size – perusahaan dengan pasar besar dan runway pertumbuhan jangka panjang.
  • Formidable Barriers To Entry – fokus pada bisnis dengan keunggulan kompetitif dan hambatan
    masuk yang kuat.
  • High Growth Potential – menargetkan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dan peluang reinvestasi berkelanjutan.
  • Exceptional Management – bermitra dengan manajemen yang visioner, disiplin, dan memiliki eksekusi yang terbukti.
  • Attractive Valuation – 30-40% dari nilai pasar wajar sebagai margin of safety.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *