BANGGAI LAUT, TEVRI-TV.com — (25/10/2026). Sektor pariwisata yang tengah gencar dipromosikan di Kabupaten Banggai Laut dinodai oleh aksi destruktif oknum tidak bertanggung jawab. Praktik pengeboman ikan secara ilegal dilaporkan terjadi di kawasan wisata Pasir Panjang, Banggai Laut. Mirisnya, aksi berbahaya ini berlangsung secara terang-terangan di dekat masyarakat dan pelaku sadar wisata setempat.
Berdasarkan laporan dan keluhan langsung dari lapangan, sebuah insiden ledakan bom ikan terjadi hanya dalam jarak sekitar 50 hingga 70 meter dari posisi warga. Jarak yang sangat dekat ini tidak hanya mengancam ekosistem bawah laut, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan nyawa manusia di sekitar lokasi kejadian.
Kami sudah susah payah mempromosikan tempat wisata yang ada di sini, tapi kenyataan di lapangan justru seperti ini,” keluh salah satu penggiat wisata setempat dengan nada kecewa dan penuh kekhawatiran.
Kinerja Instansi Terkait Dipertanyakan: Di Mana Pengawasan?
Tragedi ini menjadi alarm keras sekaligus tamparan mendalam bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pariwisata, serta aparat penegak hukum (Polairud dan TNI AL) setempat. Komitmen instansi-instansi tersebut dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah pesisir kini dipertanyakan besar-besaran oleh publik.
Bagaimana mungkin aksi pengeboman ikan yang suaranya menggelegar dan dampaknya sangat merusak bisa terjadi begitu dekat dengan aktivitas masyarakat tanpa adanya tindakan pencegahan yang efektif? Apakah harus ada korban jiwa terlebih dahulu baru otoritas terkait bergerak dari zona nyaman mereka?
Destruksi Wisata dan Masa Depan Daerah
Pemerintah daerah kerap menggaungkan promosi wisata untuk menarik investor dan wisatawan demi mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah). Namun, promosi tersebut menjadi sia-sia dan omong kosong belaka jika keamanan dasar di lokasi wisata gagal total untuk dijamin. Destruksi terumbu karang akibat bom ikan secara otomatis akan membunuh potensi wisata bahari Banggai Laut.
Masyarakat dan pelaku wisata menuntut ketegasan, bukan sekadar seremonial rapat atau patroli terjadwal yang mudah bocor. Pemkab Banggai Laut bersama aparat penegak hukum didesak segera turun ke lapangan, menangkap para pelaku, dan mengevaluasi total sistem pengawasan pesisir sebelum Pasir Panjang berubah dari surga wisata menjadi zona bahaya yang mencekam.
Goresan Pena : Wendy Wardana
BOM IKAN MARAK DI PASIR PANJANG, PEMKAB BANGGAI LAUT DAN APARAT JANGAN TUTUP MATA!












