Jakarta-tevri-tv.com
Joko Anwar kembali ke komedi lewat film Ghost In The Cell, dengan bertaburan bintang terkenal, menjadi momentum kembalinya penulis dan sutradara Joko Anwar ke genre komedi setelah 2 dekade lewat Janji Joni (2005).
Come and See Pictures mengundang rekan-rekan media menghadiri Press Conference Cast Reveal film ” Ghost In The Cell”, di studio 2 Epicentrum XXI, Jumat (25/7), rencananya tayang di bioskop Indonesia tahun 2026.
Abimana Aryasatya memimpin jajaran bintang, film ini menandai kembalinya Abimana Aryasatya ke layar lebar, setelah terakhir kali 6 tahun yang silam lewat Gundala (2019), yang juga disutradarai Joko Anwar. Film Ghost In The Cell dibintangi oleh pemeran lintas generasi yang sudah jadi pemain reguler seperti Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishaz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang, serta Memperkenalkan Magistus Miftah
Bagi Lukman Sardi, Aming dan Tora Sudiro adalah reuni film komedi Quickie Express yang tayang pada 2007 silam yang skenarionya ditulis oleh Joko Anwar. Selain itu Film ini juga menyatukan 3 pemeran pengepungan di bukit duri: Margon Oey, Endy Arfian, Dewa Dayana.
Menandai pula, kerjasama Joko Anwar dan Bront Palarae diluar pengabdi Setan. Jaisal Tanjung, yang biasanya berada di belakang layar sebagai kolaborator terpercaya Joko Anwar untuk mengarahkan tata gambar, kini juga untuk pertama kalinya bermain didepan layar.
Film ini mengisahkan 2 geng yang saling bermusuhan lalu bertikai didalam penjara Jakarta yang padat. Seolah konflik mereka belum cukup, satu persatu narapidana mulai tewas. Bukan karena dibunuh oleh musuh, melainkan oleh sesosok hantu ganas. Mau tak mau, kedua geng harus bekerjasama jika ingin tetap hidup.
” Komedi adalah cinta pertama saya. Saya masih menggilai Horor. Jadi ini saatnya menggabungkan keduanya dalam satu film, ucap Joko Anwar sebagai penulis dan Sutradara Film Ghost In The Cell.

Menurut Produser Tia Hasibuan, film ini adalah pencapaian terbaik rumah produksi Come And See Pictures sejauh ini. Komedi dan horor, keduanya adalah genre yang perlu craftmanship dan timing yang presisi. Menggabungkan keduanya adalah challenge terbesar kami dan para kru dan pemain pencapaian yang berhasil, ujarnya.
Selain bertabur bintang, menampilkan juga pemain baru Magistus Miftah, seorang penari dan pembaca tarot yang didapat dari open casting dimedia sosial, ini menjadi debut aktingnya dilayar lebar. Sementara Abimana Aryasatya kembali bermain sebagai pemeran utamanya setelah memerankan Gundala (2019) bekerjasama dengan Joko Anwar. Kembalinya ke Layar lebar membintangi film Ghost In The Cell menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak penonton film Indonesia.
Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost In The Cell ( Hantu Dipenjara ) di Instagram @comeandseepictures. Nantikan penayangan dibioskop Indonesia tahun 2026. (ine)













