JAKARTA – Langit Jakarta seakan menjadi saksi atas berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit. Di tengah suasana duka dan keheningan, keluarga, sahabat, rekan seangkatan di TNI, serta sejumlah tokoh nasional berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mayjen TNI (Purn) CH (Christianus) Halomoan Sidabutar, sosok prajurit yang telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk bangsa dan negara.Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Tidak sekadar menjadi momentum pelepasan seorang anggota keluarga, pemakaman tersebut juga menjadi pertemuan terakhir para sahabat seperjuangan dengan sosok yang pernah bersama-sama melewati berbagai fase perjalanan pengabdian di lingkungan TNI.Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam. Namun, di balik kesedihan itu, tersimpan pula rasa hormat dan kebanggaan terhadap perjalanan pengabdian yang telah dilaluinya.Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 05.01 WIB, di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dalam usia 66 tahun.Jenazah sebelumnya disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Ruangan G. Setelah mendapat penghormatan dari keluarga dan para kerabat, jenazah kemudian diberangkatkan menuju TMP Kalibata untuk dimakamkan.Pertemuan Terakhir Para Sahabat SeperjuanganBagi keluarga, hari itu menjadi saat yang berat untuk melepas orang yang dicintai.Namun bagi rekan-rekan seangkatan di TNI, kepergian CH Halomoan Sidabutar juga menjadi sebuah perpisahan dengan sahabat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.Mereka datang bukan hanya untuk mengucapkan selamat jalan, tetapi juga untuk mengenang kembali perjalanan panjang yang pernah dilalui bersama.Dunia militer mempertemukan banyak orang dalam situasi yang tidak selalu mudah. Penugasan, pendidikan, perpindahan jabatan, tanggung jawab hingga berbagai dinamika kehidupan sebagai prajurit membentuk ikatan persaudaraan yang sering kali bertahan jauh setelah masa kedinasan berakhir.Karena itu, ketika seorang sahabat seperjuangan berpulang, kehadiran rekan-rekan seangkatannya menjadi bentuk penghormatan yang memiliki makna tersendiri.Di TMP Kalibata itulah, sejumlah rekan seperjuangan dan tokoh nasional turut hadir, menyaksikan perjalanan terakhir seorang perwira tinggi TNI yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.Perjalanan Karier yang PanjangCH Halomoan Sidabutar dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah dipercaya menjalankan sejumlah tugas penting.Perjalanan kariernya tidak berhenti pada penugasan di lingkungan TNI AD. Ia juga memperoleh kepercayaan untuk mengemban tugas strategis di lingkungan Badan Intelijen Negara (BIN).Dalam perjalanan kariernya, almarhum pernah dipercaya menduduki posisi Direktur Sumatera dan Kalimantan Deputi II BIN.Jabatan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan negara terhadap pengalaman dan kapasitasnya sebagai seorang perwira.Seiring perjalanan waktu, tanggung jawab yang diembannya semakin besar. Pangkatnya pun meningkat hingga mencapai Mayjen TNI.Kenaikan pangkat tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang pengabdian yang telah dilewatinya sebelum memasuki masa purnawirawan.Bagi seorang prajurit, pencapaian pangkat tertinggi bukanlah sekadar simbol. Di baliknya terdapat perjalanan panjang yang diwarnai pendidikan, penugasan, tanggung jawab dan pengabdian.Dari Tugas Negara hingga Masa PurnabaktiMemasuki masa purnabakti bukan berarti hubungan dengan dunia pengabdian serta persahabatan yang telah terbangun selama berdinas ikut berakhir.Justru pada masa tersebut, banyak purnawirawan tetap menjadi bagian dari lingkungan sosial dan persaudaraan yang terbentuk selama puluhan tahun.Demikian pula dengan CH Halomoan Sidabutar.Jejak pengabdiannya di lingkungan militer dan intelijen negara menjadi bagian dari perjalanan hidup yang kini telah selesai.Apa yang telah dijalankan almarhum selama berdinas menjadi catatan tersendiri bagi keluarga maupun rekan-rekan seperjuangannya.Dan pada akhirnya, seorang prajurit akan meninggalkan bukan hanya pangkat dan jabatan, tetapi juga kenangan tentang sikap, persahabatan dan pengabdian yang pernah diberikan.TMP Kalibata Menjadi Perhentian TerakhirMinggu, 9 Agustus 2026, menjadi hari terakhir perjalanan duniawi Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar.Di TMP Kalibata, jenazah almarhum akhirnya dimakamkan.Tempat itu memiliki makna tersendiri. TMP Kalibata selama ini menjadi salah satu tempat peristirahatan terakhir bagi para tokoh dan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki jasa serta pengabdian kepada negara.Di sana, almarhum kini beristirahat.Keluarga yang mengantarkan melepas dengan doa. Sahabat memberikan penghormatan. Sementara rekan-rekan seperjuangan mengenang kembali perjalanan panjang yang pernah mereka lalui bersama.Tangis dan keheningan bercampur menjadi satu dalam prosesi tersebut.Tidak ada lagi pangkat, jabatan maupun tugas yang harus dijalankan.Yang tersisa hanyalah nama, kenangan dan jejak pengabdian.Ketika Seorang Prajurit PulangKepergian Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan manusia pada akhirnya memiliki batas.Seorang prajurit mungkin pernah berdiri tegak dalam berbagai medan tugas, menerima amanah dalam berbagai jabatan dan menjalankan tanggung jawab negara selama bertahun-tahun.Namun pada akhirnya, setiap perjalanan akan sampai pada satu titik: pulang.Hari ini, sang jenderal telah pulang.Pulang ke tempat peristirahatan terakhirnya, meninggalkan keluarga, sahabat dan rekan-rekan seperjuangan yang akan terus mengenang perjalanan hidupnya.Bagi keluarga, kenangan tentang seorang ayah, saudara dan sosok yang mereka cintai akan tetap hidup.Bagi para sahabat, cerita tentang perjalanan bersama akan menjadi bagian dari memori yang tidak mudah dilupakan.Dan bagi dunia pengabdian, nama Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar akan menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang prajurit yang pernah memberikan tenaga, pikiran dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.Selamat jalan, Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar.Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal dan pengabdian almarhum, mengampuni segala kekhilafan, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan.
Beranda
Uncategorized
Kepergian Sang Jenderal: Keluarga dan Rekan Seperjuangan Antar Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar ke Peristirahatan Terakhir
Kepergian Sang Jenderal: Keluarga dan Rekan Seperjuangan Antar Mayjen TNI (Purn) CH Halomoan Sidabutar ke Peristirahatan Terakhir
Rekomendasi untuk kamu

Jakarta, – Gerakan perempuan Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian dan pengakuan terhadap kekayaan…

KONGRES Wanita Indonesia (Kowani) memperkuat gerakan ‘Tempe Indonesia Goes to Unesco’ melalui rangkaian kegiatan yang…

Bogor, Tevri-tv.com, – Setiap tanggal 9 Agustus, dunia memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia. Peringatan ini…

Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang…

Jakarta — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup…







