BANGGAI LAUT, TEVRI-TV – (02/05/2026).
Keterlambatan proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap II di Desa Kalupapi, Kecamatan Bangkurung, kembali menjadi sorotan serius. Di tengah mandeknya progres pekerjaan di lapangan, penjelasan pihak konsultan pengawas justru dinilai belum menyentuh akar persoalan utama.
Sejumlah pihak menilai, argumentasi teknis yang disampaikan mulai dari perubahan desain berskala besar, hingga hambatan persetujuan layout tidak cukup menjawab pertanyaan mendasar: mengapa proyek strategis tersebut tidak menunjukkan kemajuan signifikan di lapangan, meskipun pengawasan dan koordinasi disebut terus berjalan.
Redesign Besar: Indikasi Perencanaan Lemah Sejak Awal?
Perubahan desain yang disebut mencapai skala sangat besar di lapangan memunculkan dugaan adanya kelemahan serius pada tahap perencanaan awal proyek.
Dalam praktik pengadaan konstruksi, perubahan desain dalam persentase tinggi umumnya tidak terjadi tanpa konsekuensi teknis dan administratif yang signifikan.
Sejumlah pengamat menilai kondisi ini patut didalami, karena dapat mengindikasikan bahwa survei awal, data teknis, atau perencanaan kebutuhan proyek belum dilakukan secara matang sebelum pelaksanaan dimulai.
Stagnasi Pekerjaan: Benarkah Hanya karena “Menunggu Layout”?
Alasan terhentinya pekerjaan karena menunggu persetujuan layout baru di Desa Kalupapi juga menjadi sorotan. Dalam proyek dengan skema pendanaan negara, penghentian aktivitas secara total akibat proses administrasi dinilai tidak ideal dan berpotensi menunjukkan lemahnya manajemen risiko di lapangan.
Sejumlah pihak mempertanyakan, mengapa tidak ada mekanisme mitigasi agar pekerjaan tetap berjalan pada item lain, sehingga proyek tidak sepenuhnya stagnan dalam waktu lama.
Rapat Evaluasi: Efektif atau Sekadar Formalitas?
Rapat rutin yang melibatkan berbagai instansi, termasuk unsur pengawasan dan aparat terkait, juga ikut dipertanyakan efektivitasnya. Meski disebut berlangsung berkala, kondisi di lapangan yang tidak mengalami percepatan signifikan menimbulkan dugaan bahwa forum evaluasi belum menghasilkan langkah korektif yang konkret.
Dalam perspektif pengawasan publik, kondisi ini membuka ruang pertanyaan lebih jauh: apakah mekanisme kontrol proyek sudah berjalan efektif, atau hanya menjadi rutinitas administratif tanpa dampak langsung terhadap progres pekerjaan.
Jejak Pertanyaan Publik yang Belum Terjawab
Hingga berita ini diturunkan, progres proyek KNMP Kalupapi masih belum menunjukkan percepatan yang signifikan.
Masyarakat setempat mulai mempertanyakan komitmen para pihak dalam memastikan proyek strategis tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan awal.
Transparansi data progres, kejelasan perubahan desain, serta akuntabilitas kinerja konsultan pengawas kini menjadi tuntutan yang semakin menguat di tengah publik.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penjelasan yang lebih terbuka dan terukur, proyek ini berpotensi menjadi contoh lemahnya tata kelola proyek strategis di daerah.
Tim Media TEVRI-TV.com Banggai Laut, akan terus menelusuri perkembangan proyek ini, termasuk menggali klarifikasi lanjutan dari pihak konsultan pengawas, pelaksana proyek, maupun instansi terkait, demi memastikan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. *(Biro Balut)













