Dislutkan Sulteng UPTD Pelabuhan Perikanan Mato Balut, Bersiap Sambut Kunker Gubernur & Wagub Sulteng.

Banggai Laut, TEVRI-TV – Rabu, (27/8/2025).
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Kawasan Konservasi Pulau-Pulau Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Wilayah VI, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, terus berbenah demi optimalisasi program pemerintah daerah di Kabupaten Banggai Laut.

Dengan moto “Melayani dengan Sepenuh Hati”, Kepala Seksi Konservasi dan Pengawasan, Rusdi Ali, S.Pi., M.Si, hari ini melakukan koordinasi bersama jajaran staf kepelabuhanan di Banggai Laut. Persiapan ini dilakukan dalam rangka menyambut kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Ketua TP-PKK Provinsi, serta Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido pada Rabu (27/8/2025).

banner 325x300

“Sebagai unit pelaksana OPD Provinsi di Banggai Laut, kami siap menyambut Kunker Perdana Gubernur dan Wakil Gubernur di Banggai Laut Saat ini, Koordinasi dilakukan agar seluruh staf UPTD Pelabuhan Perikanan Mato Banggai Laut dapat menjalankan tugas sesuai arahan,” jelas Rusdi Ali kepada awak media TEVRI-TV.

Selain fokus pada persiapan kunjungan, Rusdi juga menyampaikan bahwa UPTD Pelabuhan Perikanan Mato terus berupaya meningkatkan pelayanan. Meski belum berjalan secara kompleks, kawasan pelabuhan telah menjadi daya tarik masyarakat. Banyak pengunjung datang di sore hingga petang hari menikmati panorama indah, yang sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.

Retribusi pelabuhan, aktivitas sandar kapal, hingga lapak pedagang harian menjadi sumber pendapatan yang berkontribusi pada ekonomi masyarakat Banggai Laut dan Sulawesi Tengah.

Tak hanya itu, UPTD Pelabuhan juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan setempat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurut Rusdi, kesadaran masyarakat terhadap manfaat lingkungan, kepatuhan membayar retribusi, serta dukungan terhadap program pemerintah merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi berkelanjutan.

“Pemanfaatan lingkungan harus memberi nilai tambah, baik secara ekonomi maupun keberlangsungan alam. Ini adalah bentuk simbiosis mutualisme antara masyarakat, pemerintah, dan lingkungan,” tutup Rusdi. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *